mdmaulana | blog

31/10/2008

The Good Ol’ Days

Yang satu ini adalah re-post dari Notes teman SMA saya di Facebook. Membacanya membuat saya sedikit terharu sekaligus tertawa, mengingat masa-masa SMA. Kalau melihat ke belakang saya merasa sangat beruntung dan bangga pernah jadi bagian sekolah tersebut. Ingat, yang anda baca dibawah ini cuma sekelumit cerita dari hari pertama kami, bayangkan apa yang terjadi selama 3 tahun. :)

“Hari itu hari sabtu, 2 hari sebelum sekolah resmi dimulai. Aku mengenakan kemeja kotak-kotak biru dan celana hitam, tidak lupa sepatu yang bentuknya tidak trendy demi terlihat rendah hati. Sampai di depan gerbang sekolah, aku berjalan menunduk, tangan kaku di samping, dan pandangan lurus ke depan. Hati agak gundah. Sebegitu sampai di dalam sekolah, aku segera menemukan beberapa temanku yang sedang berkumpul di salah satu bangku di koridor. Langsung kubenamkan diriku diantara lautan muka-muka baru di sekolah itu. Idenititasku tersembunyi.

Sepuluh menit duduk di antara kumpulan itu, tiba-tiba tiga orang senior melewati kami. Salah satunya memakai helm dengan kaca gelap, berjalan petantang petenteng, sambil berkata, “tau gak lo nama gw?”. Ia terus mengucapkan itu berulang kali, dan kami hanya menunduk diam. Posisi dudukku yang tadinya cukup lega, tiba-tiba menjadi sempit, berdempet-dempet. Setelah 3 orang itu berlalu, mulailah kami bergosip. Ada satu teman yang berkata, “Eh itu angkatan kita tau!”. “Siapa?”, balas temanku. “Gak tau,tapi yang jelas itu angkatan kita!”. Saat kami semua mulai percaya gosip itu, terhenyak mendadak. Semua diam dan menunduk. Ada satu orang yang berguman, “Aduhhh cepet siang dong. biar pulang…”

Bel berbunyi, kami menuju aula. Di sana awalnya ada guru yang mengucapkan kata sambutan, kemudian dilanjutkan oleh ketua osis. Awalnya kami masih ngobrol satu sama lain saat si ketua osis itu mulai berbicara. Tiba-tiba dia berteriak, “Diem N****T ! Lo kelas satu, gue injek-injek sekarang juga bisa!”.

WUIH

Baru pertama kali ada orang marah seseram itu, pikirku. Kami diam, menunduk, dan berharap cepat pulang. Setelah beberapa lama ia berbicara, ia mengundang seluruh tim osisnya, dan ia berpesan untuk menghafal nama mereka semua. Kami, kelas baru, tahu apa yang akan terjadi pada kami kalau kami tidak ingat nama mereka masing-masing. Mulailah kami membuka buku catatan. Awalnya mereka berbicara dengan jelas. “Gue A, osis bagian dana.” , “Gue B, osis bagian seni.”, dan seterusnya. Mulau orang ke lima, mereka tidak seperti berbicara. Bahkan ada yang enggan bilang namanya, tapi di akhir kata-katanya berkata, “Awas kalau ga inget nama gue.” . WAOW. Dia pikir kita ahli nujum?

Setelah sesi perkenalan yang nyaris tidak berkenalan itu selesai, dimulailah sesi yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Sesi periksa tato, tindik, dan piercing. WUIDIHH.. di sesi ini rasanya saya tidak lagi ingin bersekolah di sini. Kami menanggalkan kemeja, hanya tinggal memakai kaos kutang, celana dilinting sebatas lutut, dan tangan ke atas. Beberapa teman yang sudah pernah memakai piercing dan bertato mendapatkan perlakuan yang istimewa. Saya, untuk pertama kalinya merasa beruntung hanya medapatkan perlakuan yang biasa-biasa saja.

Hari sudah siang, kami diizinkan pulang. Di depan sekolah sudah ada puluhan siswa-siswa senior. Mereka memanggil, “ssst ssst!”. Salah satu teman kami yang refleks menengok langsung ditunjuk. “EEYAA, nah lo sini!”. “Saya kak?”, “Iya elo, siapa suruh nengok!”. WUAKAKA, tawa ku dalam hati. Oh, ini cara manggil baru yah. Saya tertawa dengan wajah ketakutan. Jalan semakin dipercepat, tundukan sudah lebih menjiwai. Saya sengaja melewati sela-sela mobil agar tidak terlihat. Teman dekat saya di depan saya tiba-tiba berbisik, “Ne, di depan mobil gw, ntar langsung masuk terus nunduk oke!”. “OKEH”, jawabku. Serasa James Bond, aku menunduk-nunduk dan masuk dengan cepat. Aku tertelungkup di lantai jok belakang, dan begitu merasa aman, barulah aku bergerak ke posisi duduk biasa. Setahuku hanya ada 3 orang yang masuk mobil, namun di sebelahku ada satu orang lagi. “Loh?”, kataku, sambil menunjuk si penumpang gelap. “sori ya, gue main masuk aja, ntar gw keluar deh. gw tadi begitu liat lo masuk mobil, langsung aja gw masuk, ga mikir.” “Ohh, jawabku.”. WHEW, hari ini gila rasanya.

Esok hari seninnya, salah satu dari temanku mengatakan bahwa ia sudah pindah sekolah.Huhh

itulah 5W 1H di hari pertamaku memasuki SMA”

Tumblr » powered Sid05 » templated